MAPP Test | Soal-Soal, Panduan dan Tips

Friday, July 29, 2011

(MOTIVATIONAL APPRAISAL FOR PERSONAL POTENTIAL) MAPP

Assessment Test Merupakan alat ukur psikologi yang bertujuan untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang bias menumbuhkan motivasi seseorang, Selain itu salah satu fungsi dari MAPP adalah untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang learning style (gaya belajar), kemampuan komunikasi, kemampuan manajerial dan kecenderungan leadership (kepemimpinana) individu.

Dengan alat ukur ini perusahaan mampu menilai karakteristik dari calon karyawan apakah cocok dan sesuai dengan jenis pekerjaan, beban kerja serta target yang dibebankan dalam pekerjaan. PETUNJUK PENGERJAAN MAPP TEST :

1. MAPP assessment terdiri dari 15 item pertanyaan dengan 3 pernyataan yang berbeda.

2. Tidak ada jawaban yang pasti benar dan pasti salah, jawaban terbaik adalah jawaban yang sesuai dengan diri anda berusahalah jujur dalam menilai diri anda

3. Setiap satu pernyataan dalam MAPP tes memberikan tiga alternatif jawaban sehingga setiap individu harus memilih :

• Satu pernyataan yang Most/Sangat disukai atau yang paling sesuai.
Dan mencerminkan karakter individu tersebut .
• Satu pernyataan yang Least/Kurang disukai atau kurang mencerminkan karakter individu tersebut
• Membiarkan salah satu alternatif jawaban yang tersisa kosong.
(Tidakmemberikan jawaban)

 4. Jawablah sesuai dengan karakter kepribadian anda sendiri, Berpikirlah positif dan jujur mengenai diri anda, Seringkali muncul pertanyaan yang sejenis dan berulang, hal ini untuk menguji kekonsistenan jawaban anda.

5. Pastikan anda memilih satu jawaban Sangat disukai/setujui, satu jawaban kurang anda sukai/setujui, dan biarkan satu jawaban kosong

TEST KRAEPLIEN / Test Pauli | Soal, Tips dan Panduan

Saturday, July 23, 2011

Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Peserta Test diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Tips Mengerjakan Test:
1. Jangan sekalipun melakukan cheating
2. Konsentrasi
3. Relax dan jangan tegang
CONTOH SOAL TEST: 2 8 8 9 7 5 4 3 6 8 9 9 6 8 9 5 8 9 6 8 0 7 5 5 1 9 6 5 3 2 0 8 4 0 8 6 9 7 5 8 0 8 6 4 3 6 9 0 1 0 7 6 8 7 6 7 6 4 9 2 8 2 1 7 8 4 6 2 9 7 5 4 9 6 4 9 7 4 8 6 5 5 0 9

JAWABAN SOAL
A. Jawaban Dengan Test Pauli :
1. Jumlahkanlah setiap angka dalam masing-masing kolom ke bawah kolom
2. Apabila hasil penjumlahan terdiri dari 2 angka maka tuliskan angka terakhirnya saja
3. Jawaban ditulis diantara kedua angka yang dijumlahkan
Perhatikan: Angka yang diberi warna merah adalah dari contoh Soal diatas, dan angka yang diberi warna hijau adalah merupakan jawabannya
2 8 6 7 1 0 9 0 1 9 8 7 9

B. Dengan Tes Kraeplien
1. Jumlahkanlah setiap angka dalam masing-masing kolom ke atas kolom
2. Apabila hasil penjumlahan terdiri dari 2 angka maka tuliskan angka terakhirnya saja
3. Jawaban ditulis diantara kedua angka yang dijumlahkan
Perhatikan: Angka yang diberi warna merah adalah dari contoh Soal diatas, dan angka yang diberi warna hijau adalah merupakan jawabannya
2 8 6 7 1 0 9 0 1 9 8 7 9

SOAL-SOAL TES MOTIVASI KEPEMIMPINAN (Bag II)

Saturday, July 16, 2011


soal-soal tes motivasi kepemimpinan (bag 2)


8.Ketika bekerja dalam kelompok, memberikan arahan dan bimbingan lebih suka saya lakukan

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral


9.Saya merasa senang mengetahui dan merayakan prestasi yang dicapai oleh orang lain

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral
 
10.Ketika bekerja dalam tim, saya menganggap masalah yang dihadapi tim adalah masalah saya juga.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

11.Memecahkan masalah atau konflik antarpribadi adalah aktivitas yang menyenangkan bagi saya.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

12.Ketika bekerja dalam tim, saya sering menjadi "pemicu gagasan".

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

13.Ketika bekerja dalam tim, saya berusaha agar gagasan saya dikenal.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

14.Saya merasa senang saat berhasil meyakinkan orang lain.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral


SCORE INTERPRETATION :

A) Skor 14 – 27 = Menunjukkan motivasi yang rendah untuk menjadi pemimpin.
B) Skor 28 – 55 = Menunjukkan suatu keragu-raguan untuk menjadi pemimpin
C) Skor 56 – 70 = Menunjukkan motivasi yang kuat untuk menjadiPemimpin.

SOAL-SOAL TES MOTIVASI KEPEMIMPINAN

Friday, July 15, 2011



1. Saya bersemangat ketika orang lain meminta saya mengeluarkan gagasan.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

2.Sebagai Latihan, saya memberi orang lain pertanyaan yang menantang saat kami bekerja sama.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral



3.Saya mudah melakukan apresiasi positif atas kemajuan yang dicapai rekan kerja saya.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

4.Saya merasa mudah untuk membuat orang lain senang, baik saat kondisi baik atau buruk.


a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

5.Menurut saya pencapaian target tim lebih penting daripada pencapaian target individu.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

6. Orang lain sering menerima gagasan saya dan menjalankannya.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral

7. Ketika bekerja dalam tim, membangun kekompakan tim adalah hal penting bagi saya.

a. Sangat Tidak setuju    d. Setuju
b. Tidak setuju    e. Sangat Setuju c. Netral


>>> SOAL-SOAL TES MOTIVASI KEPEMIMPINAN Bagian Kedua

CONTOH-CONTOH SOAL SuperInteligensi DAN PEMBAHASAN

Wednesday, July 13, 2011

 1.    Tentukan huruf selanjutnya pada barisan huruf berikut.
O, T, T, F, F, S, S, ...
2.    Tentukan banyaknya angka 9 yang muncul dari 1 sampai 100.



Jawaban dan Pembahasan:

1.    Jawab: E
Barisan huruf adalah huruf awal dari: One, Two, Three, Four, Five, Six, Seven, Eight.
2.    Jawab: 20
Dari 1 sampai 90 terdapat 10 angka 9, dan dari 91 sampai 99 terdapat 10 angka 9.

SOAL-SOAL TES UNTUK SUPERINTELIGENSI

Tuesday, July 12, 2011

A.   PENDAHULUAN
Hampir semua orang, apakah dia seorang yang pintar atau bodoh, cenderung yakin bahwa kecerdasan itu baik dan kurang cerdas berarti buruk. Suatu refleksi kecil yang sebenarnya, bagaimanapun tidaklah semudah itu. Walaupun orang yang sangat cerdas sering menerima banyak simpati untuk kecerdasannya tetapi dengan sesuatu cemoohan kecil akibat impian yang tidak terbayangkan sudah membuatnya sangat menderita.

Ada beberapa masalah pada orang-orang yang sangat cerdas, walaupun mereka hampir selalu memulai lebih awal. Percakapan berikut, antara seorang guru dan seorang siswa yang cerdas, merupakan suatu kasus yang benar-benar menakutkan.

GURU:   saya akan membacakan barisan bilangan: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Bilangan manakah yang habis dibagi 2? SISWA:   semua bilangan itu.
GURU:   coba lagi, dan kali ini pikirkan.

SISWA:   (sesudah beberapa saat): Semua bilangan itu.

GURU:   Baiklah, bagaimana kamu membagi habis 5 dengan 2? SISWA:   2 ½ dari 2 ½ .
GURU:   jika kamu sudah merasa pintar, maka silahkan meninggalkan ruangan ini.
 
Cerita lainnya, suatu cerita yang sebenarnya, adalah cerita seorang siswa SMA yang ditanya pada saat ujian untuk menjelaskan suatu metode dalam menghitung tingg suatu bangunan dengan menggunakan barometer. Siswa yang sungguh cerdas menjadi bosan dengan jawaban yang jelas, sehingga membuat penjelasan tidak hanya dengan 1
tetapi dengan 2 metode alternatif, yaitu:


1)    Bawa barometer dan jatuhkan dari puncak gedung, tentukan interval waktu sampai barometer itu hancur di atas tanah. Kemudian, gunakan rumus percepatan benda jatuh, dan hitung tinggi bangunan.
2)    Kita masuk ke dalam bangunan cari pemilik bangunan dan katakan kepadanya: “Jika kamu mau mengatakan berapa tinggi bangunan ini, saya akan memberikan sebuah barometer yang bagus”.
Akhir cerita melaporkan siswa tersebut berada dalam masalah besar dengan pimpinan administrasi sekolah. Inteligensia tentu bukan hanya suatu masalah bagi orang muda. Mahasiswa pada suatu Universitas terkemuka di
Amerika Serikat melaporkan abhwa yang memiliki IQ tinggi selalu menciptakan masalah untuk menemukan
solusinya, sampai seseorang pernah membenturkan kepala sendiri ke dinding. Sebaliknya orang-orang bisnis dengan IQ rata-rata, yang bingung menghadapi perkalian pecahan, sering lebih baik dalam memecahkan suatu masalah.

SOAL-SOAL TES IQ Terbaru 2012

Monday, July 11, 2011

Lama waktu untuk menjawab test / pertanyaan dibatasi hanya 45 menit. Berilah tanda silang (X) pada setiap jawaban yang dianggap benar.

1.    Pilihlah yang paling tepat pada perbandingan berikut.
YYZZ ZYYZZY terhadap 2211122112
Seperti YYZZYZZY terhadap...
A.    221221122    C. 22112112    E. 212211212
B.    22112122    D. 112212211


Jawab: C (22112112)
Substitusikan angka pada huruf: Y = 2 dan Z = 1. Jadi, YYZZYZZY = 22112112.


2.    Pilihlah yang paling berbeda.
A.    Nikel    C. kaleng    E. tembaga
B.    Baja    D. besi


Jawab: B (baja)
Nikel, kaleng, besi, dan tembaga merupakan unsur logam. Baja merupakan campuran logam
(campuran dua logam


3.    Pilihlah bentuk yang berbeda



Jawab: C (V)
Bentuk V dibuat dengan dua garis, sedangkan yang lainnya dibuat dengan tiga garis.


4.    Anton berada pada urutan ke-15 lebih tinggi dan ke-15 lebih rendah di dalam kelas. Berapa banyak siswa di dalam kelas tersebut?
A. 15    C. 29    E. 32
B. 25    D. 30


Jawab: C (29)
Anton berada pada urutan ke-15 paling tinggi berarti ada 14 siswa lebih tinggi daripada Anton; dan urutan ke-15 paling rendah berarti ada 14 siswa lebih rendah daripada Anton. Jadi, 14 siswa + Anton
+ 14 siswa = 29 siswa.


5.    Pilihlah yang berbeda dengan lainnya.
A. Kamus    C. Atlas    E. Direktori
B. Biografi    D. Almanak


Jawab: B (Biografi)
Biografi adalah cerita riwayat hidup, sedangkan yang lainnya adalah buku petunjuk atau pedoman.


7.    Pilihlah yang paling tepat pada perbandingan berikut. Ruas kaki terhadap ruas tangan seperti kaki terhadap...

A. Siku    C. jari kaki    E. lengan
B. Piano    D. jari tangan


Jawab: E (lengan)
Ruas kaki berdempet pada kaki dan ruas tangan berdempet pada lengan. Jadi, ruas kaki terhadap ruas tangan seperti kaki terhadap lengan.

Barisan Bilangan atau Huruf pada Tes IQ

Sunday, July 10, 2011

Beberapa pertanyaan yang diajukan berbentuk barisan bilangan atau huruf dengan berbagai pola aturan. Pada pola aturan barisan bilangan atau huruf tersebut, satu bilangan atau huruf pada barisan tidak sesuai pada tempatnya. Pertanyaannya adalah untuk memilih satu yang tidak sesuai pada pola barisan bilangan atau huruf yang ditentukan.
Contoh 1:
Pilihlah bilangan yang tidak sesuai pada barisan bilangan berikut.
1 – 3 – 5 – 7 – 9 – 10 – 11 – 13
Jawab: Bilangan 10
Barisan bilangan dimulai dengan angka 1 dilanjutkan dengan bilangan ganjil urutan berikutnya sampai angka 13. Angka 10 adalah bilangan genap yang tidak sesuai dengan barisan bilangan ganjil. Jadi, jawaban yang tepat adalah bilangan 10.

Contoh2:
Pilihlah huruf yang tidak sesuai pada barisan huruf berikut. A – B – C – D – G – K – N – P – V
Jawab: huruf N


Barisan huruf dimulai dengan huruf A sampai huruf V. Barisna huruf dapat diubah menjadi barisan bilangan sesuai dengan urutan abjad.
A – B – D – G – K – N – P – V : Menjadi:
1 – 2 – 4 – 7 – 11 – 14 – 16 - 22
Huruf N adalah urutan ke-14 dalam abjad yang tidak sesuia dengan pola barisan huruf yang dimulai huruf kesatu dilanjutkan dengan huruf yang urutannya naik satu angka. Jadi, jawaban yang tepat adalah huruf N.


4.    Penyelesaian Soal
Beberapa pertanyaan lainnya merupakan bentuk penyelesian soal. Bentuk pertanyaan ini tidak memerlukan penyelesaian seperti halnya penyelesaian matematikan yang rumit, tetapi hanya sekedar menguji tingkat kemampuan logika berpikir Anda.
Jika Anda telah siap untuk memulai tes, maka bacalah setiap pertanyaan dengan seksama dan berikan        

jawaban pada setap pertanyaan, jangan ada yang terlewatkan.

TES IQ KECERDASAN DAN KREATIVITAS

Saturday, July 9, 2011

A.   PENDAHULUAN


Pada tes ini, Anda akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang dirancang secara hati-hati untuk menguji tingkat inteligensi Anda. Tes ini diperuntukkan bagi setiap orang yang telah berumur 12 tahun ke atas. Seharusnya, tes ini diadakan hanya pada saat Anda dalam keadaan pikiran yang tenang, penerangan lampu yang baik dan kondisi sekeliling yang tenang. Kerjakanlah dengan hati-hati sesuai batas waktu yang ditentukan tanpa bantuan orang lain.

Setelah menyelesaikan tes ini, terdapat tabel nilai dan jawaban dari berbagai pertanyaan yang bervariasi tersebut, serta dicantumkan secara menyeluruh sehingga Anda dapat memahami tujuan utama tes ini. Bagian penting selanjutnya dari buku ini adalah adanya pembahasan tentang cara penilaian dan bagaimana tes ini diukur.

Suatu pembahasan penting mengenai fungsi otak sebelah kiri dan otak sebelah kanan serta hubungannya pada penilaian kecerdasan. Dengan demikian, bila tes ini sendiri bisa memberikan penilaian inteligensi dengan akurat, maka akan banyak kemmapuan intelektual seseorang yang dapat diukur, seperti kreativitas, bakat musik, dan keahlian-keahlian psikomotor yang biasanya tidak bisa diukur dengan suatu tes IQ. Hal-hal seperti itu akan diselidiki (dibahas) pada bagian lain buku ini. Jadi, untuk memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai tingkat inteligensi seseorang disarankan untuk mengulang kembali setiap pertanyaan dalam tes IQ ini.

B.   CONTOH-CONTOH PERTANYTAAN


1.   Perbandingan
Dalam tes IQ , beberapa pertanyaan yang diajukan merupakan keselarasan perbandingan. Contoh 1:
Pilihlah yang paling tepat dalam perbandingan berikut. Kapal terhadap air seperti kapal terbang
terhadap...

A.    Matahari
C. air    E. pohon
B.    Tanah

Jawab: D    D. langit   

Perjalanan suatu kapal berada di air. Hla ini dapat dibandingkan terhadap perjalanan kapal terbang yang berada di
langit. Jadi, jawaban yang tepat adalah D (langit).

CONTOH SOAL-SOAL TES UNTUK MENINGKATKAN IQ

Friday, July 8, 2011

1.    Pilihlah yang berbeda dengan lainnya
JAGUNG    BURUNG LELE    SAPI KUDA    ITIK AYAM    GURAME TOMAT

Jawab: BURUNG
BURUNG adalah suatu filum dalam klasifikasi hewan, sedangkan yang lainnya adalah spesies


2.    Tentukan kata di dalam tanda kurung sehingga dapat melengkapi kata sebelah kiri dan kanan tanda kurung.
AKBAR    (. . .)    PRIOK



Jawab: TANJUNG
AKBAR Tanjung dan Tanjung Priok.


3.    KONSTANTINOPEL terhadap ISTANBUL seperti ST PETERSBURG terhadap...


Jawab: LENINGRAD
KONSTANTINOPEL berubah nama menjadi ISTANBUL, sama seperti ST PETERSBURG berubah nama menjadi LENINGRAD.

4.    Pilihlah yang berbeda dengan lainnya.

KAKEK    ANAK NENEK    MENANTU AYAH    ADIK
IBU    KEPONAKAN



Jawab: MENANTU

MENANTU tidak mempunyai ikatan hubungan darah dengan semua yang lainnya

5.    Tentukan kata yang terdiri atas 4 huruf pada tanda kurung untuk melengkapi kata pertama dan memulai kata kedua.
ORANG    (. . . .)    WARNA


Jawab: BUTA
ORANG BUTA dan BUTA WARNA


6.    Pilihlah yang berbeda dengan lainnya.

ALBINO    SINK


CLEF    DOLLOP CRAB    EXHAUST CONDEMN    DECADE
Jawab: SINK
Semua kata lainnya terdiri atas dua huruf terakhir yang berurutan pada urutan abjad, sedangkan 2 huruf terakhir pada kata SINK tidak berurutan.

MENINGKATKAN IQ | Test Psikotest

Thursday, July 7, 2011

 A.   PENDAHULUAN


Pada bab ini, 130 problema dirancang sedemikian rupa dengan tujuan dapat meningkatkan problema nilai IQ. Ke-130 problema tersebut dapat digunakan dengan tujuan yang bervariasi, mulai dari permainan antarkeluarga/kelompok sampai latihan mental untuk menilai IQ sendiri, dan yang lebih terarah lagi adalah mencoba kemampuan seseorang untuk menguasai tes sejenis bila dihadapkan pada tes seleksi  memperebutkan suatu kedudukan penting atau perangkat yang berhubungan dengan pendidikan. Problema-problema disusun dalam berbagai variasi sehingga dapat digunakan sebagai bahan tes IQ standar, alat ukur tingkat kecerdasan dengan baik, dan dapat menjadi bahan latihan untuk menghadapi tes kemampuan lainnya.

Judul “Meningkatkan IQ” untuk bab ini menunjukkan bahwa seseorang dapat meningkatkan kemampuannya pada tes inteligensi. Pertanyaannya: “Apakah inteligensi seseorang dapat ditingkatkan?” Jawabannya: “Inteligensi sebagai konsep ilmu pengetahuan idealnya tentu tetap hampir stabil. Tetapi, kita lebih mengenal tes IQ tidak
murni yang hanya mengukur potensi genetik. Pada batasan tertentu IQ dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor penting yang paling banyak pengaruhnya adalah tingkat pendidikan yang dicakupi dan latihan soal-soal sejenis yang digunakan dalam tes. Dengan menyelesaikan seluruh problema yang terdapat pada bab ini, maka pembaca akan dapat merasakan adanya peningkatan kemampuan dan kepercayaan pada diri sendiri.

Seluruh problema ada 130 dibagi menjadi 13 set tes, yakni Tes-1 sampai dengan Tes-13. Setiap set tes terdiri atas
10 problema yang masing-masing mempunyai tingkat kesulitan yang hampir sama. Setiap set tes ini ditentukan batas waktu pengerjaannya, yaitu tidak lebih dari 10 menit.

KEMAMPUAN MENGENAI RUANG | Test Psikotest

Wednesday, July 6, 2011

1.   Penjelasan

Kemampuan mengenai ruang merupakan salah satu elemen penting dari kecerdasan seseorang. Misalnya seorang yang buta tidak dapat melihat rumahnya yang sedang dibangun, dengan menggunakan pendengaran untuk mendengar penjelasan dari para tukang yang membangun rumah tersebut, ia sudah mempunyai gambaran rumah tersebut di dalam pikirannya sendiri. Sesuai dengan kemampuannya mengenai ruang itu, ia dengan mudah membayangkan bentuk yang terindah dan sudut yang terbaik untuk pemasangan atap rumahnya itu.

Kemampuan di atas merupakan imajinasi dan pemikiran mengenai ruang yang penting dalam berbagai kemampuan manusia, karena hal ini tidak hanya persepsi sensoris sederhana saja. Imajinasi dan pemikiran sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya. Sayangnya, berbagai tes “mengenai ruang” yang paling dikenal dan paling banyak digunakan ternyata gagal menjadi penghubung antara “persepsi” dan imajinasi atau pun “logika”.

Bentuk-bentuk soal dalam tes kemampuan mengenai ruang ini merupakan soal-soal yang membutuhkan kemampuan untuk menemukan perbedaan, persamaan, bentuk, dan ukuran yang sejajar. Dalam penilaian persepsi, kemampuan ini memang sangat penting, tetapi sering hanya dipakai sebagai petunjuk dalam penggolongan kecerdasan, atau sebagai petunjuk bakat mekanis atau artistik. Bentuk soal-soal yang menguji kemmapuan mengenai ruang ini sering digunakan hanya untuk tes pendamping saja.

Kemampuan untuk mengetahui sifat-sifat khas ruang dengan “melihat” bukan merupakan suatu kemampuan yang menentukan, karena yang penting bukan penglihatan ruang dan bentuk tetapi apakah manfaat ruang dan bentuk ini dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berimajinasi dan berlogika.

Bentuk-bentuk soal untuk menguji kemampuan mengenai ruang berikut merupakan tes yang menekankan faktor logika dan tes lainnya lebih menekankan faktor imajinasi.

TEST KEMAMPUAN BERADAPTASI PADA PSIKOTEST

Tuesday, July 5, 2011

1.   Penjelasan

Banyak yang beranggapan bahwa inteligensi adalah kemampuan untuk belajar. Ada juga yang beranggapan bahwa inteligensi adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Masih ada juga yang mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk beradaptasi, yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi tertentu. Bahkan ada juga aliran pemikiran lainnya yang beranggapan bahwa inteligensi juga mencakup kekuatan tubuh, kecepatan refleks, dan ciri-ciri khas fisik lainnya. Menurut pemikiran mereka, bila inteligensi itu memang
ada kaitannya dengan adaptasi, maka bukankah orang yang lebih kuat dan cepat lebih baik posisinya daripada yang lebih lemah dan lebih lamban?

Pengarahan inteligensi dalam buku ini tidak melibatkan fungsi-fungsi tubuh dari leher ke bawah. Hal ini karena pada akhirnya fungsi dari tingkatan otak yang menentukan adaptasi yang paling besar. Memang harus diakui bahwa manusia memang tidak akan mencoba mencakar musuhnya sampai mati.

Semua sependapat bahwa hal inilah yang disebut sebagai adaptasi. Semua juga setuju bahwa hal ini yang dapat disebut sebagai inteligensi, meskipun mungkin ada perbedaan-perbedaan pendapat mengenai makna yang sesungguhnya.

Sesungguhnya kontradiksi antara definisi yang satu tidak sebesar itu bila dibandingkan dengan definisi yang lain. Jadi kemampuan untuk belajar sesungguhnya merupakan kemampuan untuk mencoba “menyelesaikan masalah”. Seekor burung kakatua dapat belajar dengan terus mengulang kembali serangkaian suara tertentu. Tetapi meskipun burung itu dapat mengucapkan satu sampai sepuluh, dia tidak akan mampu menghitung berapa orang yang ada di sekitarnya. Maka burung kaktua disebutkan kalah inteligensinya daripada orang.

Demikian juga kemampuan untuk beradaptasi. Ber-adaptasi pada lingkungan dapat juga diartikan memecahkan masalah yang diakibatkan oleh lingkungan oleh lingkungan tersebut.

Menemukan Relasi

Bila kita telaah lebih lanjut mengenai masalah penyesuaian diri, para psikolog telah menemukan hubungan yang erat antara kemampuan adaptasi tersebut dengan kemampuan untuk menemukan dan menyadari adanya kaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Melalui pengalaman kita sendiri, kita tahu bahwa jika kita menghadapi suatu situasi yang baru, maka dengan sendirinya kita juga akan dihadapkan dengan masalah-masalah yang baru. Semakin cepat kita berhasil menemukan elemen-elemen yang baru itu dan mengetahui bagaimana kaitan antara yang satu dengan yang lain, maka semakin cepat juga kita dapat memecahkan masalah-masalah tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam hal ini merupakan bagian dari pertanyaan/tes IQ secara keseluruhan. Bila nilai IQ kita itu mengecewakan, mungkin tes yang ini dapat mengungkapkan sebab-sebabnya. Elemen-elemen
dalam setiap baris merupakan satu rangkaian dengan hubungan tertentu antara yang satu dengan yang lain.


2.    Bentuk Soal Tes Kemampuan Beradaptasi


Soal tes berikut merupakan bagian tes untuk menguji kemampuan Anda dalam hal beradaptasi. Perhatikan barisan-barisan angka, huruf, gabungan angka dan huruf, serta gambar (diagram) di bawah ini. Tentukanlah rangkaian selanjutnya.

1.    10, 8, 16, 13, 39, 35, ...
Jawab : 140
2.    5, 6, 4, 7, 3, 8, ...
Jawab: 2
3.    3, 8, 5, 10, 7, ...
Jawab : 12
4.    20, 17, 14, 11, ...
Jawab : 8
5.    26, 20, 4, 16, 10, 2, 8, ...
Jawab: 2
6.    47, 38, 30, 23, 17, ...
Jawab: 12
7.    16, 15, 13, 12, 10, 9, ...
Jawab: 7
8.    1, 3, 9, 27, ...
Jawab: 81
9.    30, 15, 45, 15, 60, ...
Jawab: 15
10.  24, 15, 9, 6, ...
Jawab: 6
11.  1, 10, 2, 9, 3, ...
Jawab: 8
12.  AA, B, D, G, K, P, ...
Jawab: V
13.  M, L, N, K, O, J, ...
Jawab: Q
14.  J, L, N, P, R, ...
Jawab: T
15.  AA, C, BB, D, ...
Jawab: C C
16.  A, Z, Y, B, X, W, ...
Jawab: C
17.  H, g, F, e, D, c, ...
Jawab: B , a
18.  A, C, B, d, F, E, g, ...
Jawab: I, H
19.  B, Y, d, W, ...
Jawab: f, U
20.  C, e, C, E, g, E, ...
Jawab: G, i
21.  I, Z, 3, X, 4, ...
Jawab: W
22.  2, B, 4, D, 6, ...
Jawab: F

TEST KEMAMPUAN MELIHAT PADA PSIKOTEST

Monday, July 4, 2011

1.   Penjelasan

Baik kemampuan untuk belajar, maupun kemampuan untuk memecahkan masalah mempunyai keuntungan- keuntungan tertentu sebagai definisi yang dimaksud dengan inteligensi. Keduanya cenderung menghilangkan kontradiksi-kontradiksi yang muncul apabila yang digunakan hanyalah kemampuan beradaptasi saja.

Tes mental dan tes lain yang sejenis berhasil membuktikan bahwa inteligensi erat kaitannya dengan tidak senangnya seseorang melakukan kerja yang rutin sehingga pada akhirnya bukan menjadi suatu sarana pembantu dalam hidup ini, tapi sebaliknya menjadi batu sandungan.

Pandangan yang berbeda.

Adanya pertimbangan mengenai dua sudut pandang yang berbeda membuktikan bahwa inteligensi juga dapat dipandang dari sudut lainnya.

Bukti-bukti:

1.    Anjing-anjing yang lebih cerdik lebih tahan dites di laboratorium pada saat mereka mendapatkan rangsangan ketegangan-ketegangan tertentu bila dibandingkan dengan anjing-anjing yang kurang cerdik. Misalnya frustasi karena kehausan untuk terus-menerus mengambil keputusan dan lain sebagainya.
2.    Ternyata baik pada Perang Dunia II maupun pada Perang Korea, tentara yang tinggi IQ-nya tidak mudah mengalami kegoncangan jiwa bila dibandingkan dengan mereka yang kurang IQ-nya.

Bukti-bukti seperti ini menyatakan bahwa inteligensi ternyata tidak dapat dipisahkan begitu saja dengan kemampuan seseorang untuk beradaptasi. Banyak juga bukti-bukti lain yang menyatakan bahwa teman kita yang cerdik ternyata kurang mampu bertahan di bawah kondisi-kondisi tertentu, baik karena tekanan emosional, maupun tekanan lain yang ada kaitannya dengan otak yang tinggi energinya. Tetapi tidak boleh dilupakan segi pandangan lain, bahwa besar kemungkinan ia dapat lebih bertahan di bawah berbagai macam kondisi tertentu, bukan hanya pada satu kondisi saja.


Persepsi

Tanpa persepsi tidak mungkin ada proses belajar dan tidak ada pemecahan masalah. Persepsi merupakan langkah pertama dalam seluruh proses adaptasi. Bila kita tidak dapat mengamati lingkungan kita sendiri maka usaha kita untuk beradaptasi mungkin hanya merupakan faktor kebetulan saja, seperti seorang yang tidak dapat merasakan dan menggunakan semua inderanya dan tidak mampu lagi membedakan siang-malam, panas-dingin.

Misalkan Anda mampu berpersepsi mengatasi sesuatu, bahwa seluruh indera Anda bekerja dengan baik, maka timbul pertanyaan: “Seberapa baikkah persepsi Anda melalui otak Anda?”

KEMAMPUAN BERKONSENTRASI DALAM TEST PSIKOTEST

Sunday, July 3, 2011

1.   Penjelasan

Perhatian dan konsentrasi merupakan komponen paling utama dalam inteligensi, dan kebanyakan psikologi memang berpendapat demikian. Konsentrasi dapat didefinisikan sebagai perhatian yang eksklusif. Kita juga tahu bahwa bila kita memusatkan seluruh perhatian kita pada suatu pekerjaan, berarti kita telah berkonsentrasi, sehingga tugas akan diselesaikan dengan lebih cermat dan lebih cepat daripada bila pikiran kita melamun kemana saja.

Sesungguhnya tidak mungkin seluruh perhatian dipusatkan secara penuh, setidak-tidaknya hanya selama jangka waktu tertentu saja. Melalui penelitian laboratorium diketahui bahwa atas maksimal perhatian total seseorang hanya mungkin berlangsung selama 30 detik saja, meskipun ada juga yang mencapai 90 detik. Lebih dari itu
perhatian mulai menurun lagi dan baru akan kembali lagi pada tugas semula melalui “konsentrasi”.


Kita semua tahu bagaimana sinar matahari dapat dipersatukan sampai membakar kertas. Demikian juga ap[abila seluruh energi kita dipsatkan pada pekerjaan, maka pekerjaan yang dihasilkan tentu jauh lebih sempurna.


Pikiran yang berinteligensi adalah pikiran yang dapat menghindari segala macam gangguan dan berkonsentrasi pada yang penting saja.

Pada tes konsentrasi, kita diminta untuk meneliti bilangan-bilangan berderet panjang dan memusatkan seluruh perhatian untuk menemukan pasangan-pasangan tertentu. Karena hal ini merupakan tes kecepatan mengingat, maka kalau kita terganggu oleh bilangan-bilangan yang lain, dengan sendirinya kecepatan akan berkurang sehingga nilai yang didapatkan juga akan berkurang.

2.   Bentuk Soal Tes Kemampuan Berkonsentrasi
a.    Bentuk soal untuk tes kemampuan konsentrasi berikut ini merupakan barisan-barisan bilangan, pada setiap baris terdapat pasangan-pasangan bilangan bersebelahan yang jumlahnya sepuluh. Temukan bilangan-bilangan tersebut dan garis bawahi.
A:    27348556472378026775675675645766
B:    83659172375943767766554433221199
C:    1987382645510884234568345679467
D:    32132112312354378239237236324376
E:    64328976378209382457786401825640
F:    539827746753709880283822465934
G:    1234567891456734912912319876519
H:    291487563946788312345678987637
I:    975433546822546685746535296645
J:    90161984632876428487659071151682
K:    48654876983473896474676473468
L:    64286973828018365283665588991122
M:    6248274638961984832845591826379
N:    98765432198765431421521621728192
O:    20563770895749745505533554466505
P:    76554744466688831345178913141561
Q:    98798787682676570198684743289467
R:    48295163837846752266337744885599
S:    83654289661036826754698457342891
T:    67860918676438292827654654354321

Kerjakanlah secepat mungkin!

BENTUK-BENTUK SOAL TES IQ

Saturday, July 2, 2011

A.   PENDAHULUAN

Tes IQ adalah salah satu bentuk pemeriksaan psikologis yang tujuannya mengukur tingkat kecerdasan seseorang. IQ sendiri merupakan nilai kecerdasan yang menunjukkan tahapan atau kelompok seseorang itu berada kategori seperior, cerdas, atau rata-rata. Melalui tes IQ dapat diperlihatkan perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya.

Tes IQ bukan untuk mengukur jumlah pengetahuan yang kita miliki atau seberapa banyak yang kita simpan dalam otak kita, melainkan untuk mengetahui kapasitas yang kita miliki untuk diketahui. Maksudnya, bukan pada apa yang telah pelajari, tetapi lebih dikhususkan pada kemampuan kita untuk belajar.

Penelitian psikologis telah berhasil menemukan hubungan antara inteligensi sehingga digunakan sebagai petunjuk inteligensi seseorang.



B.   KEMAMPUAN INGATAN

1.   Penjelasan



Satu kekurangan akan menyebabkan kekurangan pada bagian lainnya. Bila kita sulit berkonsentrasi, maka dengan sendirinya ingatan dan kemampuan untuk melihat serta mengingat pun juga akan menurun. Tetapi ada harapan bahwa kemampuan-kemampuan seperti ini dapat dilatih dan ditajamkan. Bila kita tidak terlalu kuat dalam kemampuan ingatan, maka ada baiknya kita berlatih secara sistematis, mencoba mengingat kata-kata, benda- benda dan lain sebagainya.

Kelemahan di suatu bidang kadangkala bisa diatasi dengan kekuatan di bidang lainnya. Misalkan persepsi kita kurang kuat, tetapi ingatan kita tajam dan kuat. Dalam hal ini hasil tes mental kita mungkin sama nilainya dengan mereka yang kuat persepsinya tetapi kurang kuat ingatannya. Sama halnya seperti seseorang yang kurang inteligensinya, tapi mempunyai pengalaman yang luas. Kadangkala ia dapat memecahkan masalah hidup yang lebih baik bila dibandingkan dengan orang yang tinggi inteligensinya, tetapi kurang pengalaman. Hal ini dapat menunjukkan bahwa pengalaman dengan sendirinya memberi informasi yang lebih banyak pada otak sehingga ia dapat mengadakan pilihan yang lebih luas, lebih mampu pula mengkaitkan antara satu elemen dengan elemen yang lain, sehingga akhirnya pengambilan keputusannya mungkin merupakan tindakan yang paling tepat.


Jenis-jenis Ingatan

Ingatan dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan jenis-jenis bayangan yang disimpan. Kita mengingat apa yang kita dengar, lihat, sentuh, rasakan, dan raba. Daya ingat visual dengan sendirinya yang paling sesuai dengan tes-tes melalui buku ini.

Bila kita mencoba untuk menilai inteligensi, maka seharusnya kita mencoba untuk memisahkannya dari pengalaman. Sehingga apa yang disebutkan sebagai kemampuan ingatan atau daya ingat itu merupakan suatu komponen terpisah, bahkan mungkin dapat dikaitkan dengan tingkatan sensoris. Jadi, seseorang yang mampu

mengingat dengan ketepatan yang luar biasa belum tentu mempunyai inteligensi yang tinggi.

Walaupun demikian, daya ingat merupakan bagian yang penting sekali dalam proses belajar. Kemampuan untuk menyimpan penglaman meskipun bukan merupakan bagian kemampuan untuk menyesuaikan diri, tapi tetap merupakan faktor penentu yang potensial.

Panduan Psikotest Lengkap [I]

Friday, July 1, 2011

Halo teman-teman, terimakasih atas kunjungannya ke blog Soal Tes Psikotest ini, semoga teman-teman mendapat banyak manfaat dari blog ini. sebagai blog yang memfokuskan pada soal-soal test psikotest, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan memberi materi soal yang update dan penyampaian yang teratur.

Postingan Kali ini adalah Bagian Pertama untuk Masalah " PANDUAN PSIKOTEST". karena panduan psikotes ini terlalu panjang untuk diposting di satu artikel, maka akan kita bagi ke beberapa artikel nantinya. dan ini adalah bagian pertama. silahkan teman-teman membuka bagian kedua dan kelanjutannya.

A.   PENDAHULUAN

Psikotes sering dianggap sebagai kendala oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan. Pasalnya, banyak yang menganggap psikotes sebagai hambatan yang bisa menjatuhkan mereka saat mengikuti proses penerimaan calon
karyawan. Pendapat itu tentu saja keliru. Oleh karena itu di dalam buku ini dijelaskan bagaimana memahami                                                            

psikotes sehingga diharapkan dapat membantu para calon karyawan ketika menghadapi psikotes tanpa suatu hambatan.

B.   FUNGSI PSIKOTES

Psikotes Sebagai Pemeriksaan Psikologis

Psikotes merupakan suatu pemeriksaan psikologi, dengan alat-alat ukur tertentu (dalam bentuk soal-soal tes) yang diciptakan oleh para pakar psikologi, untuk membedakan perilaku seseorang dengan orang lain.

Psikotes atau pemeriksaan psikologis tersebut hanya i i imemotret” karakter seseorang, antara lain terdiri atas keadaan emosionalnya, hubungannya dengan orang lain, motivasinya, bakatnya, dan sikapnya dalam menghadapi sesuatu hal. Kelima hal di atas disebut dimensi-dimensi psikologis. Misalnya, Anton melamar menjadi seorang wartawan di suatu media. Profesi ini menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan penelitian, kecermatan, kreativitas, ketekunan, dan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pemeriksaan psikologisnya, Anton akan diuji apakah ia memiliki sifat-sifat tersebut. Bila ya, tentu ia akan diterima. Namun bila tidak, mungkin ia harus mencari pekerjaan di bidang lain.

Atau, bisa saja ia memiliki kemampuan yang dituntut oleh pekerjaan yang dilamar, namun ia tergolong orang yang tidak bisa menampilkan hasil yang baik dalam situasi penuh tekanan. Untuk menjadi wartawan, berkejaran dengan “deadline ternyata merupakan stres kerja yang tidak sesuai dengan dirinya. Hal ini akan membuatnya dianggap tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

C.   PERBEDAAN PSIKOTES DENGAN TES IQ

Psikotes tidak selalu berupa tes IQ. Tes IQ hanya merupakan salah satu bentuk pemeriksaan psikologis yang tujuannya mengukur tingkat kecerdasan seseorang. IQ sendiri merupakan nilai kecerdasan yang menunjukkan pada tahapan atau kelompok mana seseorang itu berada, apakah tergolong superior, cerdas, atau rata-rata.

Psikotes Untuk Seleksi Calon Karyawan

Psikolog hanya memberikan laporan hasil pemeriksaan psikologis dan saran kepada perusahaan mengenai calon, apakah sesuai atau tidak dengan pekerjaan yang dilamarnya. Penentu diterima atau tidaknya pelamar adalah pihak perusahaan berdasarkan evaluasi menyeluruh rangkaian tes seleksi penerimaan karyawan, yang mungkin terdiri dari tes keterampilan, psikotes, wawancara penilaian latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerja.

Psikotes atau pemeriksaan psikologis juga bisa dipakai untuk menelusuri bakat, penempatan karyawan, keperluan promosi serta mengenali kekuatan dan kelemahan karyawan (mulai dari tingkat pelaksana sampai tingkat manajerial). Dengan demikian, psikotes membantu perusahaan untuk melihat apakah karier karyawan-
karyawannya bisa dikembangkan lebih jauh lagi atau tidak. 

D.  MENGHADAPI PSIKOTES


Pemeriksaan psikologis hanya dapat membantu melihat apakah Anda memiliki dimensi-dimensi psikologis, aspek- aspek tingkah laku, bakat, atau ciri-ciri yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda minati. Tidak ada latihan khusus agar Anda mendapat hasil psikotes yang baik.

Mnejelang pemeriksaan psikologis, yang bisa Anda lakukan adalah mempersiapkan diri dengan baik, fisik ,aupun mental. Tidur yang cukup agar tubuh Anda terasa lebih segar dan jangan lupa, sebelum berangkat, makan dan minum secukupnya.

Buku-buku tentang psikotes, lengkap dengan contoh soalnya telah beredar di toko-toko buku. Buku-buku tersebut dapat membantu Anda untuk mengenali bentuk-bentuk pemeriksaan psikologis dan mengurangi rasa grogi saat Anda mengikuti pemeriksaan psikologis. Variasi bentuk pemeriksaan psikologis begitu beragam. Jadi, sangat baik bila kita telah negetahui sebelumnya kira-kira yang akan kita hadapi dalam pemeriksaan psikologis tersebut.

E.   STANDAR PSIKOTES

Psikotes mempunyai standar umum, tidak ditentukan oleh perusahaan. Hasil pemeriksaan psikologis selalu sama. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak melamar untuk pekerjaan yang sama di tempat lain untuk menghindari kekecewaan. Psikolog bisa memberi Anda gambaran dan menjelaskan bahwa mungkin bidang pekerjaan yang Anda pilih tidak cocok untuk Anda.

Hasil psikotes tidak bisa diperbaiki. Sama halnya dengan tes darah, Anda cuma bisa merasakan sakitnya tusukan jarum di tubuh Anda pada saat diambil darah Anda, tetapi Anda tidak bisa mengubahnya atau mencoba membuat darah Anda berubah. Bagaimanapun, darah ayang menetap dalam tubuh kita.

Pemeriksaan psikologis bukan untuk mengukur apakah Anda menguasai sesuatu atau tidak, sehingga kalau tidak menguasainya Anda dinyatakan tidak lulus. Tidak ada orang yang tidak lulus dalam suatu psikotes. Jika Anda gagal, berarti Anda tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya Anda miliki. Misalnya, bila Anda melamar posisi sekretaris sementara Anda tidak berbakat di bidang itu, maka hasil pemeriksaan psikologis Anda akan
menunjukkan hal itu. Pada umumnya seseorang tidak mampu menyelesaikan seluruh soal dalam psikotes. Bisa saja seseorang menyelesaikan semua soalnya, tapi hal ini tidak menjamin hasilnya akan lebih bagus dari seseorang yang hanya mengerjakan 70% dari tesnya. Mungkin ia hanya memenuhi 40% dari persyaratan yang dituntut oleh pekerjaan yang dipilihnya. Sementara, orang lain yang hanya menyelesaikan 70% itu diterima karena ia memenuhi
lebih dari 80% persyaratan yang diminta.