Peranan tes psikologi dan wawancara dalam proses seleksi kerja

Wednesday, February 29, 2012

Di Indonesia proses penerimaan tenaga kerja berlangsung dalam dua tahapan ;
Tahap pencarian calon tenaga kerja
Mengusahakan agar jumlah kandidat terkumpul cukup banyak sehingga proses seleksi dapat dilakukan dengan baik. Dengan cara : iklan di media cetak/elektronik, pendekatan langsung, melalui rekomendasi, pencari kerja melamar sendiri ke perusahaan-perusahaan.

Tahap seleksi tenaga kerja
1. seleksi lamaran : mempertimbangkan suatu lamaran untuk bisa mengikuti tahap seleksi berikutnya atau tidak. Biasanya dengan melihat syarat tertentu ; pendidikan, pengalaman, karakterfisik, atau cukup banyak juga dengan di dasarkan IPK
2. wawancara awal : berisi mengenai kesediaan kandidat ketika dihadapkan pad kondisi kerjanya, dan evaluasi persayaratan kerja yang ada pada kandidat.
3. ujian, psikotes tertulis dan psikotes wawancara : kandidat menjalani tes tentang pengetahuan dan keterampilan, mengikuti tes yang menggali aspek psikologis kandidat baik secara tertulis atau secara lisan.
4. penilaian akhir : melakukan evaluasi terhadap hasil serangkaian tes dan wawancara untuk menentukan apakah kandidat diterima atau ditolak. Yang juga ditindak lanjuti dengan memperhatikan hasil tes kesehatan.
5. Pemberitahuan dan wawancara akhir : kandidat yang diterima dipanggil untuk mengikuti wawancara akhir untuk diterangkan mengenai berbagai kebijakan perusahaan, seperti misalnya masalah gaji.
6. penerimaan : kandidat menerima surat keputusan tentang diterimanya kandidat untuk menjadi bagian dari perusahaan.

Model keabsahan metode seleksi

Tradisional terdiri dari beberapa langkah yaitu pertama analisis pekerjaan yang meliputi data-data tentang sasaran pekerjaan, tugas-tugas yang harus dijalankan, cara-cara yang digunakan dalam bekerja, bahan-bahan dan alat yang digunakan dalam bekerja.Yang kedua adalah penentuan alat prediksi beserta alat ukurnya ; meliputi tindak lanjut atas data-data analisis pekerjaan dengan menentukan ciri-ciri yang diperlukan agar karyawan berhasil dalam bekerja (prediktor) dan menentukan alat ukur yang akurat untuk menggali aspek kemampuan yang dimiliki karyawan (kriterion). Ketiga menentukan kriteria keberhasilan dan alat ukurnya yang meliputi mentapkan seperangkat kriteria yang menandakan bahwa karyawan tersebut berhasil menjalani pekerjaannya yang dilihat dari segi perilaku yang diharapkan dan juga hasil kerjanya. Keempat keabsahan peramalan yang meliputi tentang keakuratan dari prediktor yang ditentukan dengan melihat arah hubungan antara prediktor dengan kriterionnya. Kelima adalah keabsahan silang yang meliputi meyakinkan keakuratan prediksi dari alat ukur. Keenam adalah rekomendasi untuk seleksi yang meliputi penentuan skor minimum atau kombinasi skor minimum untuk dijadikan sebagai pedoman untuk menyeleksi.

Alat ukur psikologis sebagai prediktor

Jika suatu analisa pekerjaan sudag menentukan kualifikasi suatu pekerjaan maka yang perlu dilakukan adalah menentukan alat tes yang dapat mengukur kualifikasi yang ada yang dalam hal dijadikan sebagai prediktor. Peramalan ini bisa didasarkan pada skor hasil ujian dan tes, hasil wawancara dan hasil observasi. Biasanya prediktor tersebut berisi tentang kecakapan intelektual, keterampilan merencanakan pekerjaan dan keterampilan untuk mengkomunikasikan ide dan pengalaman.

Alat psikotes dapat digolongkan dalam :

1. tes kecakapan : intelektual (IQ), pemahaman ruang dan mekanik, ketepatan persepsi (TKD, IST, CFIT, SPM, FRT)
2. tes kepribadian objektif : mengungkap kepribadian melalui stimulus yang terstrukutur, yang terdapat dalam tes ciri kepribadian dan kejujuran minat (EPPS, Papikostik, DISC, RMIB, KUDER)
3. tes kepribadian proyektif : mengungkap kepribadian melalui stimulus yang ambigu misalnya Wartegg tes, DAP, BAUM atau HTP.
4. tes situasional : mengungkap perilaku yang khas jika dihubungkan dengan variabel lingkungan. Misal FGD, LGD, In-Basket test, Business Game.
5. tes sikap kerja : mengungkap sikap kerja dalam kondisi kerja buatan (tes Kraepelin dan tes Pauli)

Karakteristik L Dalam Test Skala Kematangan

Tuesday, February 28, 2012

Karakteristik L : Orang yang jiwanya hidup cenderung bereaksi cepat terhadap situasi dan terhadap orang lain. Jika anda seperti ini, anda akan memilih sesuatu menjadi bergerak cepat; anda menyukai perubahan dan keberagaman. Anda menjadi orang yang spontan dan membuat keputusan “dipuncak kepala anda”. Kalau anda seorang yang ekstrim, anda akan memiliki banyak minat dan anda memiliki “pikiran kupu-kupu”.

Terdapat banyak aspek-aspek positif untuk orang yang berjiwa hidup. Pertama, anda dapat menjadi pimpinan perusahaan yang baik karena anda menyenangkan. Anda akan menangkap gagasan-gagasan dengan cepat. Anda menjadi orang yang menggelegak dan bergelora. Entusiasme anda dapat menjalar. Anda meneruskan sesuatu dan melakukannya, dan anda bekerja jauh lebih baik dalam keadaan jiwa hidup dan karir yang menggila ketika hal itu terjadi bersamaan. Aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan media dan hiburan menarik minat anda karena keberagaman yang konstan.

Aspek negatif dari kepribadian ini adalah anda tidak bisa berhenti ketika anda telah memulainya. Malahan anda terkadang memiliki terlalu banyak minat dan gagal melihat sesuatu dan menyimpulkannya. Karena minat-minat anda kerap bersifat superfisial, orang-orang yang serius atau permanen bisa jadi mencurigai anda. Anda dapat juga menjadi organisator yang buruk. Berapa kali anda terlambat untuk suatu janji? Walaupun demikian, anda mungkin dapat menghindari kritikan lewat bakat personal anda.

Jawaban Soal-Soal Logika Penalaran / Silogisme

Postingan Ini Merupakan Jawaban dari Soal-Soal Penalaran / Logika pada Postingan soal-soal test sebelumnya di :  Logika Penalaran / Silogisme | Panduan, Soal dan Tips

1. Tidak bisa ditarik kesimpulan [e]
Perhatikan bahwa tidak ada korelasi antara burung, sirip, kuda, dan rumput, maka kesimpulan tidak dapat ditentukan!

2. A dan B berasal dari fakultas yang sama. D dan E juga berasal dari fakultas yang sama. Perhatikan syaratnya:

Mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama tidak boleh duduk berdekatan. Langsung cari di pilihan, jawaban yang tidak memenuhi syarat adalah jawaban yang salah!

a. A, D, E, B, C (salah) b. A, B, C, D, E (salah) c. E, C, D, A, B (salah) d. A, C, E, D, B (salah) e. D, C, A, E, B (benar)

3. Semua guide pandai berbahasa asing. Fido bukanlah seorang guide.
Biasanya banyak yang terjebak untuk menarik kesimpulan bahwa Fido tidak pandai berbahasa asing. Ini adalah kesimpulan yang tidak benar. Perhatikan kalimatnya: semua guide pandai berbahasa asing. Kalimat tersebut tidak dapat dibalik, artinya yang pandai berbahasa asing bukan hanya guide. Sehingga jika dikatakan Fido bukanlah seorang guide, maka belum tentu ia tidak pandai berbahasa asing! Jadi, tidak ada kesimpulan yang benar. [e]

4. Beberapa mobil berwarna hitam dan mempunyai roda. [e]

5. Semua sepeda motor yang berwarna hitam dilengkapi
Speedometer. [d]

MODEL BAUM TEST

MODEL BAUM TEST : Anggapan bahwa tes psikologi merupakan hal yang sangat sulit dan menjadi batu sandungan tidaklah benar. Karena, justru soal-soal tes psikologi dibuat mudah dan sederhana. Permasalahannya adalah bahwa anda sebagai pencari lowongan kerja (job seeker) yang mengikuti test kurang memahami maksud dan esensi dari soal-soal yang dimaksud.

Soal-soal dalam test psikologi sebenarnya dapat dipelajari dan dipahami dengan baik apabila sering berlatih, banyak mengenal bentuk soal test psikotest maka peserta tes akan lebih mudah menyelesaikan test tersebut.

Khusus mengenai Bentuk Test yang dikembangkan oleh seorang Psikolog bernama Karl Koch berkebangsaan Jerman ini, anda akan diminta untuk menggambar sebuah pohon atau dikenal dengan sebutan BAUM TEST.

Dalam menilai gambar pohon tersebut, banyak aspek yang harus dijadikan ukuran atau kreteria, seperti keutuhan gambar yang dibuat, apakah gambar utuh atau sepotong-potong. pada dasarnya gambar yang utuh yang tampak baik. Kemudian hal lain yang dinilai adalah atribut yang mendukung, misalnya Batang, Cabang, Akar, Daun, Mahkota, Buah dan lain-lain.

Tes Kepemimpinan pada Psikotest | Tips dan Cara

Syarat yang paling utama dan yang paling dasar untuk manjadi pemimpin adalah memiliki keinginan untuk memimpin. Menjadi seorang pemimpin adalah tugas yang berat. Jika Anda tidak terlatih untuk bekerja keras mengembangkan kemampuan memimpin, maka Anda tidak akan tahu apakah Anda berbakat menjadi pemimpin atau tidak. Apakah Anda terdorong untuk menjadi pemimpin? tes kepemimpinan berikut ini akan membantu Anda menemukan jawabannya.


Bagaimana caranya?

Untuk menjawab soal tes ini pilih pernyataan yang Anda anggap sesuai        

dengan pendapat Anda berdasarkan pertanyaan yang ada. Setiap pernyataan akan ditunjukkan dengan skala 1 (Sangat Tidak Setuju) hingga
5 (Sangat Setuju).Untuk setiap pertanyaan, pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai kemudian jumlahkan skore setiap jawaban anda dan
bandingkan hasilnya pada keterangan tabel "Score Interpretation".

Analisa Skor penilaiannya adalah :

a) Sangat Tidak setuju = Nilai1 b) Tidak setuju = Nilai 2
c) Netral = Nilai 3 d) Setuju = Nilai 4
e) Sangat Setuju = Nilai 5

Soal-soal tes kepemimpinan masih banyak pada artikel yang lain, silahkan dibaca ya :)